Senin, 11 Mei 2020

Membangun strategi layanan manajemen sistem informasi Untuk meningkatkan Kualitas Pelayanan Bagi Masyarakat

Sistem Informasi Manajemen
 Davis dan Olson (1985) mengemukakan bahwa sistem merupakan keseluruhan yang kompleks dan teratur, suatu rancangan atau gabungan dari bagian yang membentuk suatu kesatuan menyeluruh. Untuk memberikan gambaran konseptual komunikasi informasi yang berkualitas, perlu memiliki ukuran tentang informasi itu sendiri. Seperti dikemukakan Supriyono (2008) bahwa ukuran untuk mengetahui berkualitas atau tidaknya informasi bersifat:
·         akurat – benar dan sesuai realitas
·          Pengaruh Sistem Informasi… (Farid Bintoro Aji; Edi Abdurachman) 1091 tepat waktu – tidak terlambat dan baru serta masih segar
·          relevan – informasi yang bermanfaat bagi pemakainya merupakan koreksi terhadap informasi sebelumnya.
Dalam setiap organisasi, informasi merupakan bahan pokok bagi pembuatan keputusan. Informasi dapat menyokong penuh bagi pembuatan keputusan apabila berlangsung dalam sebuah sistem. Kebutuhan organisasi dalam sistem informasi berkaitan dengan teknik pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, dan dengan mudah menemukan kembali saat diperlukan serta penyaluran informasi. Sebuah sistem informasi melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk organisasi serta memberikan dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen termasuk dalam hal pengambilan keputusan. Manfaat sebuah sistem yang teintegrasi adalah menurunkan biaya koordinasi, biaya proses, kecepatan waktu pemrosesan dan keakuratan serta kehandalan data yang diproses. Hasil keluaran dari sebuah implementasi pengembangan sistem informasi manajemen (SIM) dapat ditinjau melalui sisi proses pengembangan, biaya pengembangan, kegunaan dan fitur-fitur yang disediakan oleh sebuah SIM, sistem operasi pendukung sistemnya, dan keterintegrasian sistem..

Tingkat Kinerja Pelayanan
Kinerja atau sering dikenal sebagai performance berkaitan dengan pengelolaan atau manajemen suatu organisasi dalam upaya mencapai tujuan yang telah disepakati. Karena kinerja berkaitan dengan kepengelolaan, istilah manajemen kinerja seringkali dijumpai jika dibandingkan dengan istilah kinerja secara parsial. Manajemen kinerja merupakan salah satu kebutuhan bagi setiap organisasi untuk dijalankan dengan mengutamakan bentuk kerjasama dalam organisasi secara harmonis dan terpadu terhadap penyelenggara organisasi baik sebagai pimpinan maupun sebagai bawahan, dengan orientasi kepada proses pelaksanaan dan hasil serta evaluasi yang dicapai.
Kepuasan pengguna akan jasa layanan akan meningkat apabila persepsi pengguna layanan akan seluruh atau sebagian unsur-unsur tersebut meningkat (memenuhi harapan/expectation). Menurut Albrecht & Zemke (2001), kualitas pelayanan publik merupakan hasil interaksi berbagai aspek, yaitu sistem pelayanan, sumber daya manusia, sumber pelayanan, strategi dan pengguna jasa layanan/pelanggan. Pengukuran kinerja dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat deviasi antara progress yang direncanakan dengan kenyataan. Apabila terdapat deviasi berupa progress yang lebih rendah, perlu dilakukan langkah-langkah untuk memacu kegiatan agar tujuan yang diharapkan dapat dicapai. Seberapa jauh tujuan tersebut dapat dicapai mencerminkan hasil kerja atau prestasi kerja dan seringkali dinyatakan sebagai kinerja organisasi dan menunjukkan performa organisasi.

Kepemimpinan
Kepemimpinan diperlukan manusia karena adanya keterbatasan dan kelebihan-kelebihan tertentu pada manusia. Di satu pihak manusia terbatas kemampuannya untuk memimpin, di pihak lain ada orang yang mempunyai kelebihan kemampuan untuk memimpin. Di sinilah awal timbulnya 1092 ComTech Vol.2 No. 2 Desember 2011: 1089-1098 pemimpin dan kepemimpinan. Konsep dan pengertian kepemimpinan kadangkala diartikan sebagai pelaksanaan otorita dan pembuatan keputusan dan sebagai suatu bentuk inisiatip untuk bertindak dan menhasilkan suatu pola yang konsisten dalam rangka mencari jalan pemecahan dari suatu persoalan Bersama

Kepuasan Masyarakat
Dalam ketentuan yang dikeluarkan Menpan terdapat unsur minimal yang harus ada untuk dasar pengukuran indeks kepuasan masyarakat sebagai berikut:
·     prosedur pelayanan, yaitu kemudahan pelayanan yang kepada masyarakat dilihat dari sisi kesederhanaan alur pelayanan
·      persyaratan pelayanan, yaitu persyaratan teknis dan administratif yang diperlukan untuk mendapatkan pelayanan sesuai dengan jenis pelayanannya
·     kejelasan petugas pelayanan, yaitu keberadaan dan kepastian petugas yang memberikan pelayanan (nama, jabatan serta kewenangan dan tanggung jawabnya)
·      kedisiplinan petugas pelayanan, yaitu kesungguhan petugas dalam memberikan pelayanan terutama terhadap konsistensi waktu kerja sesuai ketentuan yang berlaku
·      tanggung jawab petugas pelayanan, yaitu kejelasan wewenang dan tanggung jawab petugas dalam penyelenggaraan dan penyelesaian pelayanan
·     kemampuan petugas pelayanan, yaitu tingkat keahlian dan ketrampilan yang dimiliki petugas dalam memberikan/menyelesaikan pelayanan kepada masyarakat
·      kecepatan pelayanan, yaitu target waktu pelayanan dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan oleh unit penyelenggara pelayanan
·      keadilan mendapatkan pelayanan, yaitu Pengaruh Sistem Informasi… (Farid Bintoro Aji; Edi Abdurachman) 1093 pelaksanaan pelayanan dengan tidak membedakan golongan/status masyarakat yang dilayani
·     kesopanan dan keramahan petugas, yaitu sikap petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara sopan dan ramah
·      kewajaran biaya pelayanan, yaitu keterjangkauan masyarakat terhadap besarnya biaya yang ditetapkan oleh unit pelayanan
·      kepastian biaya pelayanan, yaitu kesesuaian antara biaya yang dibayarkan dengan biaya yang telah ditetapkan
·      kepastian jadwal pelayanan, yaitu pelaksanaan waktu pelayanan, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan
·      kenyamanan lingkungan, yaitu kondisi sarana dan prasarana pelayanan yang bersih, rapi, dan teratur sehingga dapat memberikan rasa nyaman kepada penerima pelayanan
·      keamanan pelayanan, yaitu terjaminnya tingkat keamanan lingkungan unit pelayanan

ssumber :

Rabu, 06 Mei 2020

METODE FIFO DAN LIFO PADA AKUNTANSI KEUANGAN

Nama               :  Adelia Oktaviani
Kelas                :  2KA27  
NPM                 :  10118126
Dosen                :  Cicilia Erly Isria 
Tugas                 :  Vclass M10
Mata Kuliah       :  Pengantar Akutansi 2

       


     Metode LIFO


Metode LIFO (last in first out) merupakan metode dimana barang yang terakhir masuk akan dikeluarkan atau dijual terlebih dahulu sedangkan untuk barang yang pertama kali masuk akan dikeluarkan atau dijual di kemudian hari. Jadi pencatatan persediaan yang dilakukan pertama kali adalah mencatat barang/persediaan yang terakhir kali masuk. Penggunaan metode LIFO bertujuan untuk memudahkan proses penataan barang baik itu pemasukan maupun pengambilan barang persediaan.
Dengan menggunakan metode LIFO, suatu perusahaan dapat menghemat pajak saat berlangsungnya inflasi. Hal itu dikarenakan laba yang dihasilkan kecil. Selain itu, laba operasi pada perusahaan tidak akan berpengaruh terhadap laba/rugi fluktuasi harga yang terjadi. Meskipun demikian, penggunaan metode ini terbilang lebih rumit dibanding metode lainnya dan biaya pembukuannya lebih mahal serta laba/rugi yang dihasilkan lebih rendah. Contoh penerapan metode LIFO dapat dilihat pada toko baju. Toko baju akan mengeluarkan terlebih dahulu baju dengan tren model terbaru. Baju dengan model terbaru merupakan baju yang terakhir masuk. Jika toko baju mengeluarkan baju yang pertama kali masuk maka di kemudian hari baju yang terakhir kali masuk akan kehilangan tren modelnya karena pasti akan muncul tren model baju terbaru lagi.
Kelebihan :
  • Menghasilkan harga pokok penjualan yang rendah
  • Menghasilkan laba kotor yang tinggi
  • Menghasilkan persediaan akhir yang tinggi
  • Selama periode inflasi atau kenaikan harga, penggunaan FIFO akan mengakibatkan hal ini, tapi dalam kondisi ekonomi turun, terjadi kebalikannya
  • Nilai persediaan disajikan secara relevan di Laporan Posisi Keuangan
Kekurangan :
  • Pajak yang dihasilkan lebih besar
  • Laba yang dihasilkan kurang akurat

Contoh soal data penjualan dan pembelian persediaan selama tahun 2017 di PT. XY

Menggunakan metode FIFO :

Dalam penerapan metode FIFO berarti perusahaan akan menggunakan persediaan barang yang lama/pertama masuk untuk dijual terlebih dahulu. Jadi biasanya persediaan akhir barang dagangan akan dinilai dengan nilai perolehan persediaan yang terakhir masuk.


    Metode FIFO

Metode FIFO (first in first out) merupakan metode dimana barang yang pertama kali masuk akan dijual/dikeluarkan terlebih dahulu sedangkan untuk barang yang terakhir kali masuk akan dijual/dikeluarkan di kemudian hari. Jadi pencatatan persediaan yang dilakukan pertama kali adalah mencatat barang/persediaan yang pertama kali masuk. Nilai persediaan yang disajikan dalam laporan dengan metode FIFO adalah berdasarkan nilai harga yang paling baru.

Penggunaan metode FIFO dapat mengantisipasi masing-masing dari produk agar tidak tersimpan terlalu lama sehingga produk-produk tersebut terhindar dari masa kadaluwarsa/expired. Kelebihan metode FIFO sendiri adalah dapat menghasilkan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang rendah, menghasilkan laba kotor yang tinggi, serta menghasilkan persediaan akhir yang tinggi. Namun disamping itu semua, penggunaan metode FIFO dapat menghasilkan pajak yang besar dan laba yang dihasilkan tidak terlalu akurat.

Contoh penerapan metode FIFO adalah seperti warung, minimarket, ataupun supermarket. Mereka menjual atau mengeluarkan terlebih dahulu produk-produk baik itu makanan kemasan, kemasan kemasan, peralatan mandi, maupun kosmetik yang pertama kali masuk dan untuk produk-produk yang terakhir kali masuk akan disimpan di dalam gudang untuk dikeluarkan di kemudian hari.


Kelebihan LIFO :

·         Mudah membandingkan cost saat ini dengan pendapatan sekarang.
·         Apabila harga naik maka harga barang jadi konservatif.
·         Laba operasional tidak terpengaruh oleh untung atau rugi dari fluktuasi harga.
·         Menghemat pajak.

Kekurangan LIFO :

·         Bertolak belakang dengan aliran fisik persediaan sesungguhnya.
·         Biaya pembukuan menjadi mahal karena metode ini lebih rumit.
·         Laba atau rugi yang dihasilkan lebih rendah.
 Contoh soal data penjualan dan pembelian persediaan selama tahun 2017 di PT. XY

Menggunakan metode LIFO :
Dalam penerapan metode LIFO berarti perusahaan akan menggunakan persediaan barang yang baru/terakhir masuk untuk dijual terlebih dahulu. Jadi biasanya persediaan akhir barang dagangan akan dinilai dengan nilai perolehan persediaan yang pertama atau awal masuk.




Sumber : 




Minggu, 03 Mei 2020

Forum Pengantar Akutansi 2 (Vclass m9)



Nama               :  Adelia Oktaviani
Kelas                :  2KA27  
NPM                 :  10118126
Dosen                :  Cicilia Erly Isria 
Tugas                 :  Vclass M9
Mata Kuliah       :  Pengantar Akutansi 2


Soal :



Jawaban :


Selasa, 14 April 2020

Manfaat Teknologi Informasi Untuk Mencapai Keunggulan Kompotitif bagi Perusahaan


Manfaat Teknologi Informasi Untuk Mencapai Keunggulan Kompotitif bagi perusahaan

1.     Perusahan dan Lingkungannya
Perusahaan adalah suatu sistem fisik yang dikelola melalui penggunaan sebuah sistem virtual. Sistem fisik perusahaan merupakan suatu sistem terbuka dimana ia berhadapan dengan lingkungannya. Sebuah perusahaan mengambil sumber daya dari lingkungannya, mengubah sumber daya alam tersebut menjadi produk dan jasa, dan mengembalikan sumber daya yang telah diubah kembali ke lingkungan.
Aliran sumber daya fisik perusahaan meliputi pegawai, bahanbaku, mesin, dan uang. Pegawai dipekerjakan oleh perusahaan, diubah ke tingkat keahlian yang lebih tinggi melalui pelatihan dan pengalaman, dan pada akhirnya meninggalkan perusahaan. Bahan baku memasuki perusahaan dalam bentuk input mentah dan diubah menjadi barang jadi, yang kemudian dijual kepada para pelanggan perusahaan. Mesin dibeli, digunakan, dan pada akhirnya dijual dalam bentuk besi tua atau ditukar dengan mesin yang lebih baru. Uang memasuki perusahaan dalam bentuk penerimaan penjualan, investasi pemegang saham, dan pinjaman lalu diubah menjadi pembayaran kepada pemasok, pajak kepada pemerintah, dan pengambilan kepada para pemegang saham. Ketika berada di dalam perusahaan, sumber daya fisik dipergunakan untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijual oleh perusahaan kepada para pelanggannya. Unsur-unsur yang memungkinkan perusahaan mengendalikan operasinya sendiri meliputi :
·         standar kinerja yang harus dipenuhi oleh perusahaan jika ia ingin mencapai tujuannya secara keseluruhan
           manajemen perusahaan,
·          suatu pemrosesan informasi yang mengubah data menjadi informasi

Perusahaan terhubung dengan unsur-unsur lingkungannya melalu aliran sumber daya lingkungan (environmental resource flows). Aliran-aliran yang umum terjadi meliputi aliran informasi dan pelanggan, aliran bahan baku kepada pelanggan, aliran uang kepada pemegang saham, dan aliran bahan baku dari pemasok.


2.  Tantangan Dalam Mengembangkan Sistem Informasi Global
Pengembangan semua jenis sistem informasi dapat menjadi suatu tantangan, tetapi kerika sistem yang dibuat mencakup batas internasional, para pengembangnya harus mengatasi beberapa kendala yang unik, istilah sistem informasi global (global information system-GIS), diberikan untuk suatu sistem informasi yang terdiri atas beberapa jaringan yang melintasi batas negara. Ada beberapa kendala yang diatasi oleh pengembangan GIS.
·         Rintangan Budaya dan Komunikasi
Interaksi dengan teknologi dapat sangat bervariasi di beberapa budaya. Antarmuka (interface), GIS harus teteap konsisten meskipun masih menggunakan bahasa yang berbeda-beda. Sebagai akibatnya, kebanyakan antarmuka GIS mengandalkan grafik dan icon untuk berinteraksi dengan pengguna dan tidak terlalu bergantung pada perintah yang di ketikan ke dalam field. Selain itu, masalah rancangan GIS juga dapat diselesaikan dengan menawarkan beragam format yang memiliki fungsionalitas yang sama. Jika sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat GIS, ia harus bersedia untuk mengadaptasi berbagai kebutuhan populasi global ke dalam sistemnya. Rintangan budaya dapat mempengaruhi rancangan suatu GIS, penggunaan teknologi dianggap sebagai suatu pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian, sedangkan di masyarakat lainnya dipandang sebagai suatu pertanda tingkat sosial.
(1)   Pembatasan Pembelanjaan dan Impor Peranti Lunak, contohnya pemerintah mencoba untuk melindungi pabrikan local dan merangsang investasi asing pada produksi local dengan menentukan peralatan yang diproduksi atau di rakit di negara itu yang dapat di pergunakan.
(2)    Pembatasan Pemrosesan Data, contohnya kebijakan pemerintah mengatur data diproses di dalam negeri, bukan dikirimkan ke luar negeri dan diproses di tempat lain.
(3)    Pembatasn Komunikasi Data, contohnya pembatasan komunikasi data yang dipublikasikan misalnya pembatasn yang dikenakan pada aliran data antar negara (transborder data flow-TDF).
·        
·         Masalah-masalah Teknologi
Di beberapa negara, sumber listrik yang dapat diandalkan mungkin tidak tersedia, sehingga mengakibatkan seringnya terjadi gangguan listrik. Sirkuit telekomunikasi sering kali hanya dapat mengirimkan data dengan kecepatan yang rendah, dan kualitas transmisinya juga buruk. Peranti lunak juga dapat menjadi masalah. Karena banyak negara tidak memerhatikan hak cipta atas peranti lunak dan menutup mata pada peranti lunak bajakan, beberapa vendor peranti lunak menolak untuk berbisnis di beberapa negara tertentu.
·         Kurangnya Dukungan dari Manajemen Anak Perusahan
Manajemen kantor anak perusahan sering kali ikut menjadi masalah. Beberapa merasa yakin bahwa mereka dapat menjalankan anak perusahaannya tanpa harus mendapat bantuan, dan mereka memandang peraturan yang tidak ditetapkan oleh kantor pusat sebagai suatu hal yang tidak perlu. Beberapa manajer anak perusahaan mendapat imbalan berdasarkan profitabilitas, dan mereka akan berusaha untuk menghambat solusi korporat yang mereka anggap dapat mengurangi  pendapat mereka. Manajemen kantor di luar negeri juga dapat melihat GIS sebagai salah satu jenis pengawasan dari “Big Brother”. Para manajer tingkat menengah dapat merasa takut dilewati oleh rantai informasi baru yang menghimpun data operasional kepada perusahaan induk.

3. Manajemen Pengetahuan Sumber daya informasi 
sebuah perusahaan terdiri atas;
·         Peranti keras komputer
·         Peranti lunak komputer
·         Spesialis informasi
·         Pengguna
·         Fasilitas
·         Database
·         Informasi
Ketika manajer memutuskan untuk menggunakan informasi guna mencapai keunggulan kompetitif, mereka harus mengelola sumber daya ini agar dapat meraih hasil yang diinginkan. Informasi, sama seperti sumber daya lainnya, memerlukan manajemen. Para manajer memastikan bahwa data mentah yang dikumpulkan telah dikumpulkan dan kemudian diproses menjadi informasi yang bernanfaat. Manajer kemudian bahwa individu-individu yang tepat akan menerima informasi dalam bentuk yang tepat dan pada waktu yang tepat sehingga ia dapat dipergunakan. Last, manajer akan membuang informasi yang telah melewati masa manfaatnya dan menggantinya dengan informasi terbaru dan akurat. Semua aktivitas ini megakuisisi data, memproses data menjadi informasi, menggunakan data mengomunikasikan informasi dengan cara yang paling efektif, dan menghapus informasi pada waktu yang tepat atau bisa disebut dengan manajemen pengetahuan (knowledge management). Ketika pengembangan sistem (pengguna maupun spesialis informasi) mendefiniskan output yang diberikan prosesor informasi, mereka akan mempertimbangkan empat dimensi dasar informasi. Keempat dimensi yang diinginkan ini akan dapat menambah nilai dari informasi tersebut.
·         



Minggu, 22 Maret 2020

Manfaat Manajemen Layanan Sistem Informasi Dan Implementasinya

MANFAAT MANAJEMEN LAYANAN SISTEM INFORMASI DAN CONTOH                                                                     IMPLEMENTASINYA

                               

  • Pengertiannya Manajemen Layanan Sistem Informasi:

            Manajemen layanan sistem informasi adalah suatu metode pengolahan sistem  Teknologi Informasi (TI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen/pemakai layanan TI terhadap bisnis perusahaan.Istilah manajemen layanan sistem informasi tidak berasal dari suatu organisasi, pengarang,
Manajemen Layanan TI atau manajemen layanan yang mempunyai dukungan besar dari TI / IT service management or IT service support management( ITSM atau ITSSM) mengacu pada pelaksanaan dan pengelolaan dari kualitas layanan TI yang memenuhi semua kebutuhan bisnis. Layanan manajemen TI dilakukan oleh penyediaan layanan TI melalui kombinasi yang sangat tepat dari teknologi, manusia, proses dan informasi.
  • Manfaat dari Manajemen Layanan Sistem Informasi  diantaranya:
  1. Memudahkan untuk mengidentifikasi kebutuhan yang kita butuhkan dan juga yang akan menerampilkan pendukung dalam sistem informasi. Hal ini memudahkan kita dalam pengerjaan dan juga memudahkan dalam kita untuk keterampilan dalam sistem informasi tersebut. 
  2. Organisasi yang akan menggunakan sistem informasi sebagai untuk mengelolah banyak transaksi yang kita butuhkan , mengurangi biaya atau menghemat biaya dan juga bisa menghasilkan banyak pendapat untuk mereka semua. Maka dari itu kita semua akan merasa lebih mudah dalam mengerjakan apapun dengan layanan sistem informasi.

  • Peranan Manajemen Layanan Sistem Informasi:

 Layanan sistem informasi memiliki  banyak peran yang sangat efektif dan juga sangat penting bagi organisasi manapun. Layanan sistem informasi memliki banyak peran juga dalam kegiatan – kegiatan bisnis yang sangat operasional, dan juga menunjang oragnisasi agar dapat mengambil kesimpulan, dan juga banyak menunjang keungulan strategi kompeitif dalam organisasi. Contohnya seperti membangun dan pelayanan yang lebih baik lagi yang telah di sediakan oleh pelayanan sistem informasi.
Peranan manajemen layanan sistem informasi bagi lingkungan sekitar ialah sebagai berikut :
  1. Mendukung Operasional Bisnis.
Manajemen layanan sistem informasi menyediakan dukungan dalam operasional bisnis seperti akuntansi hingga penelusuran pesanan pelanggan maupun kegiatan-kegiatan bisnis yang dilakukan sehari-hari.

  1. Mendukung Keunggulan Strategis.
Sistem informasi yang dirancang sedemikian rupa dapat membantu mencapai sasaran mencapai sasaran yang dapat membantu bersaing dengan perusahan-perusahaan lainnya.
  1. Perencanaan Strategi Perusahaan dan Kebijakan
Untuk mengetahui selera konsumen serta peluang pasar.
  1. Meningkatkan Aksebilitas Data
Data dapat diakses secara cepat dan on-time dan akurat bagi pemakainya.
  1. Meningkatkan Strategi Suatu Layanan Secara Global dan Menyeluruh
Mampu meningkatkan persaingan bisnis secara global serta melakukan pengelolaan dan pengawasan pasar.
  1. Meningkatkan Efisiensi Kerja
Layanan sistem informasi berguna untuk mengolah berbagai macam transaksi, menekan biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
  1. Meningkatkan Daya Saing Bisnis
Dengan semakin meningkatnya persaingan, manajemen layanan sistem informasi membantu sebuah perusahaan untuk bersaing di pasar bebas karena manfaatnya bagi perusahaan itu sendiri.
  • Fungsi Sistem Informasi Manajemen :
Sebuah sistem informasi manajemen dirancang agar memiliki fungsi-fungsi yang dapat menunjang kinerja sebuah organisasi, institut, atau perusahaan. Secara lebih detail, SIM memiliki fungsi untuk:


  1. Membantu proses pengawasan, perencanaan, pengarahan, dan pendelegasian setiap tugas atau pekerjaan kepada setiap anggota tim/karyawan melalui perantaraan sistem koordinasi dan komando;
  2. Menyajikan informasi secara lebih akurat, tepat waktu, efektif, dan efisien;
  3. Meningkatkan produktivitas dengan biaya yang lebih kecil; serta
  4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik, terkoordinasi, dan sistematis.

  • Perkembangan Sistem Informasi Manajemen


Pada awal perkembangan komputerisasi informasi, komputer belum mempunyai program yang berjalan secara otomatis, melainkan hanya menjalankan komando yang dimasukkan secara manual ke dalam komputer. Setelah tahun 2000’an, sistem informasi manajemen mulai berkembang sebagai satu sistem yang terintegrasi pada berbagai induk perusahaan dan cabang-cabangnya.

Sistem tersebut kemudian dibentuk dalam sistem informasi berbasis komputer (Computer Based Information System). Hingga kini, sistem informasi berjalan secara terintegrasi dan berjalan secara otomatis.

SIM sendiri mempunyai elemen-elemen fisik yang dibutuhkan untuk kelancaran sistem yang digunakan, yaitu perangkat keras komputer, perangkat lunak, yaitu perangkat lunak sistem umum, perangkat lunak terapan umum, serta program aplikasi.

Selanjutnya, dalam SIM terdapat database dan prosedur pelaksanaan sistem manajemen perusahaan dan tentunya, petugas yang mengoperasikan semua sistem tersebut.

CONTOH IMPLEMENTASINYA :

Grab Memperkuat Manajemen Indonesia dengan Penunjukan Managing Director GrabPay

                              
 platform aplikasi pemesanan kendaraan dan pembayaran mobile terkemuka di Asia Tenggara, hari ini mengumumkan Ongki Kurniawan sebagai Managing Director GrabPay di Indonesia, yang merupakan pasar terbesar Grab di Asia Tenggara. Penunjukan posisi senior ini akan membantu GrabPay dalam membangun kemitraan yang kuat di seluruh ekosistem, mempercepat integrasi Kudo dengan Grab, dan melanjutkan perluasan pasar online Kudo serta jaringan mitra bisnis kecilnya.
“Kami senang dengan kehadiran Ongki untuk mengembangkan GrabPay di Indonesia dan mempercepat inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia. Pasar Indonesia yang unik dan luas membutuhkan keahlian kelas dunia dan kami yakin pengalaman Ongki yang mencakup Telekomunikasi, Pembayaran, Media Sosial, dan e-Commerce akan memperkuat manajemen lokal bagi tim Indonesia,” ungkap Jason Thompson, Head of GrabPay. Ia menambahkan, “Pemahaman mendalam Ongki terhadap pasar Indonesia akan membantu kami dalam mengubah GrabPay menjadi platform pembayaran mobile yang paling relevan dan paling banyak digunakan di Indonesia.”
Ongki akan bekerja dengan 150 engineer lokal di pusat R&D Grab, serta jaringan mitra yang luas untuk membangun solusi pembayaran terbaik bagi konsumen dan UKM Indonesia, serta dapat memberikan diferensiasi di industri pembayaran Indonesia yang tergolong baru dan masih terfragmentasi.
“Saya punya antusiasme yang sama dengan Grab dalam membantu masyarakat Indonesia mendapatkan keuntungan dari ekonomi digital melalui inovasi yang diciptakan di Indonesia. Visi GrabPay untuk membawa seluruh masyarakat memasuki ekonomi digital – mulai dari kelas menengah hingga bisnis kecil di seluruh Indonesia – adalah salah satu cara untuk membantu mewujudkan target Indonesia menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dan saya berharap dapat menjadi bagian dari perjalanan tersebut,” ungkap Ongki Kurniawan.
Sebelum bergabung dengan Grab, Ongki adalah Managing Director LINE, memimpin strategi dan eksekusi di Indonesia. Ia juga sebelumnya memangku jabatan sebagai Director/Chief Digital dan Director/CTO XL Axiata, Principal di BCG, dan Credit Analyst di Citi Corporate Banking Group. Ia juga pernah menjabat sebagai Board of Acknowledge Asia dan Elevenia. Ongki meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan gelar MBA Finance dan Accounting dari Haas School of Business, UC Berkeley. Ia telah menyelesaikan seluruh tingkatan (1-3) program Chartered Financial Analyst (CFA) dari The CFA Institute.
Sebagai bagian dari tim kepemimpinan di Indonesia, Ongki akan secara langsung berada dibawah Jason Thompson, Head of GrabPay. Sementara itu, Grab Indonesia akan tetap dipimpin oleh Ridzki Kramadibrata selaku Managing Director.
Sepanjang tahun 2017, Grab telah menunjukkan sejumlah komitmen untuk meningkatkan ekonomi menengah Indonesia.
  • Di awal tahun 2017, Grab berkomitmen menginvestasikan dana senilai US$ 700 juta sebagai bagian dari Master Plan ‘Grab 4 Indonesia 2020’ guna mendukung target Indonesia untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada  2020.
  • Grab 4 Indonesia’ akan menginvestasikan hingga US$ 100 juta yang berfokus pada peningkatan inklusi keuangan di seluruh kota dan lapisan masyarakat di Indonesia. Pendanaan ini akan berfokus pada industri layanan mobile dan finansial dengan penekanan layanan di kota-kota kecil dan komunitas yang belum merasakan manfaat dari ekonomi digital, mempercepat proses penetrasi produk mereka ke pasar dengan investasi modal dan bantuan teknis dari Grab
  • Pada bulan Mei, Grab telah membuka pusat R&D di Jakarta untuk memberikan pelatihan dan mendukung pertumbuhan talenta teknologi. Dalam master plan-nya, Grab telah mengumumkan tujuannya untuk melahirkan 5 juta wirausawahan mikro di Indonesia pada tahun 2018, dan meningkatkan jumlah talenta engineer Indonesia dalam sektor teknologi menjadi ratusan orang hingga akhir tahun ini.
  • Kudo, yang merupakan platform O2O terkemuka (online to offline) di Indonesia dan telah berintegrasi dengan Grab sejak Mei 2017, terus menjadi elemen penting dalam strategi Grab untuk membawa lebih banyak masyarakat memasuki ekonomi digital dengan memberikan mereka akses ke pembayaran online melalui agen offline, yang diharapkan dapat mendorong inklusi keuangan yang lebih luas lagi bagi masyarakat Indonesia.
Selain Indonesia, Grab baru-baru ini membuat serangkaian pengumuman penting yang mendukung pengembangan dompet GrabPay sebagaimana Grab berencana untuk memperluas penggunaan GrabPay di luar sektor transportasi di Asia Tenggara.
  • Grab mengumumkan pembaharuan program GrabRewards pada awal bulan Agustus dengan menambah jumlah partner merchant menjadi lebih dari 150, serta meluncurkan sistem jenjang loyalty terbaru yang dirancang untuk memberikan penghargaan lebih baik kepada para pengguna terbanyak.
  • Di Singapura, Grab juga telah mengumumkan fitur transfer dana kepada sesama pelanggan (peer-to-peer), di mana para pelanggan dapat mengirim saldo GrabPay menggunakan nomor telepon atau dengan memindai kode (QR code) yang unik untuk setiap pengguna.
  • Grab juga berencana untuk memperluas penggunaan GrabPay kepada lebih dari 1.000 merchants, seperti di industri makanan dan minuman (F&B), dan industri ritel dan hiburan, pada kuartal keempat tahun 2017.
Tentang Grab
Grab merupakan platform pemesanan kendaraan dan pembayaran mobile terkemuka di Asia Tenggara. Kami menjawab sejumlah tantangan transportasi yang krusial dan mewujudkan kebebasan transportasi bagi 620 juta orang di Asia Tenggara. Produk utama Grab mencakup solusi berkendara bagi pengemudi maupun penumpang yang menekankan padakenyamanan, keselamatan dan kepastian, termasuk platform pembayaran mobile, GrabPay, yang meningkatkan akses terhadap solusi pembayaran mobile bagi jutaan mitra pengemudi dan penumpang di seluruh Asia Tenggara dan memperdalam inklusi keuangan di wilayah tersebut. Di Indonesia, jaringan Grab yang terdiri dari 500.000 agen membantu masyarakat yang tidak memiliki dan memiliki akses terbatas terhadap layanan perbankan untuk memanfaatkan platform GrabPay untuk ambil bagian dalam revolusi digital. Saat ini Grab memberikan layanan di Singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Myanmar.

Referensi :


ANALISA WEBSITE DENGAN GOOGLE ANALYTICS

Kelas : 4KA27 Kelompok 4   §   Afilla Putri Sunia (10118268) §   Adelia Oktaviani (10118126) §   Fathan Fauzi (17118679) § ...