Jumat, 29 Oktober 2021

  

SISTEM INFORMASI PENYEWAAN DAN PEMBELIAN DEKORASI PADA SUNIA DECORATION BERBASIS WEBSITE

 



Untuk mata kuliah :

Pengelolaan Proyek Sistem Informasi

 

SRS disusun oleh :

Afilla Putri Sunia (10118268)

Adelia Oktaviani (10118126)

Fathan Fauzi (17118679)

Hamidah Nafa Lathifah (13118021)

Raka Dimaswara (15118862)

Reza Ridho Anshari (16118063)

 

25 OKTOBER 2021

 

Untuk client :

Bpk. Sutedjo SE

 

Jurusan Sistem Informasi

Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi

Universitas Gunadarma


ABSTRAKSI

Sunia decoration merupakan penyewaan dekorasi untuk berbagai acara dalam mendirikan usaha ini sunia decoration mempunyai permasalahan dalam memperluas pemasaran bisnis penjualan contohnya pada produk sunia decoration agar semakin meningkat di dalam kota dengan mudah. Penulis menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai Database. Website ini hanya mengisikan produk yang disewakan oleh sunia decoration, riwayat pemesanan, dan konfirmasi pembayaran dengan menggunakan sistem transfer.    


DAFTAR ISI

 

ABSTRAKSI

DAFTAR ISI

1. PENDAHULUAN

1.1.     Latar Belakang

1.2.     Tujuan

1.3.     Lingkup Sistem

1.4.     Terminologi

1.5.     Sistematika Dokumen

2. DESKRIPSI UMUM SISTEM

1.6.     Perspektif Produk

1.7.     Fungsi Produk

1.8.     Karakteristik Pengguna

1.9.     Batasan Umum

1.10.       Lingkup Operasi

3. DESKRIPSI RINCI KEBUTUHAN

3.1 Kebutuhan Antar Muka Eksternal

3.1.1 Antar Muka Pemakai

3.1.2 Antar Muka Perangkat Keras

3.1.3 Antar Muka Perangkat Lunak

3.1.4 Antar Muka Komunikasi

3.2 Kebutuhan Fungsional

3.2.1 Skenario untuk Setiap Fungsi

4. MODEL ANALISIS

4.1 Strutur Navigasi Admin

4.2 Struktur Navigasi User

4.3 Diagram Use-Case

4.4 Activity Diagram Admin

4.5 Activity Diagram User

Referensi

 

 

 

 

1. PENDAHULUAN

 

1.1.       Latar Belakang

          Pada zaman modern seperti sekarang ini perkembangan teknologi informasi berkembangan dengan sangat pesat.  Perkembangan teknologi informasi pada saat ini sangat penting sekali bagi perkembangan segala bidang. Para pembisnis dituntut untuk menggunakan teknologi sebagai alat atau media untuk tetap bertahan dan memenangkan persaingan yang semakin ketat. Perkembangan teknologi informasi telah memberikan banyak kontribusi dalam meningkatkan kegiatan usaha khususnya dalam hal pengolahan data serta peningkatan layanan.

Internet merupakan suatu media yang sudah sangat tidak asing lagi di berbagai belahan dunia yang memiliki banyak fungsi. Internet juga merupakan jaringan komputer yang secara global dapat menghubungkan seluruh pengguna perangkat komputer, telepon pintar, dll dengan jaringan ke seluruh dunia untuk melakukan penggalian dan pertukaran data informasi secara cepat, tepat dan akurat. Dengan adanya media internet pemanfaatan teknologi informasi dalam suatu aktivitas bisnis merupakan hal yang sangat penting. Begitu pentingnya hampir disetiap perusahaan yang serupa menggunakan sistem pelayanan bisnis berbasis online.

Penyebaran informasi pada media internet tidak terlepas dari layanan website. Media internet mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menyajikan informasi, dengan media internet penyebaran informasi bisa sangat mudah diperoleh maupun disebarluaskan. Sehingga pengguna internet dapat dengan mudah mendapatkan berbagai informasi melalui media internet.

     Pernikahan merupakan bentuk hubungan antar dua manusia yang paling sakral. Karena hanya dilakukan sekali dalam seumur hidup, sehingga setiap pasangan akan mempersiapkan pernikahannya dengan maksimal untuk menghadapi pernikahan. Persiapan itu antara lain kelengkapan terselenggarannya sebuah pernikahan hingga berlangsungnya acara resepsi pernikahan yang berjalan dengan lancar. Dekorasi pada pesta pernikahan adalah hal utama yang menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Para calon pengantin seringkali menginginkan dekorasi pada pesta pernikahannya terlihat menarik serta dapat dijadikan kenangan baik untuk calon pengantin maupun para tamu undangan yang hadir.

    Penyediaan jasa pada dekorasi pernikahan menyediakan layanan khusus yang membantu calon pengantin yang ingin pada saat pesta pernikahannya terlihat menarik dan menjadi kenangan yang indah. Jasa penyedia dekorasi pernikahan ini banyak menawarkan berbagai macam pilihan paket dekorasi pernikahan yang dapat dipilih diantaranya dekorasi tenda, dekorasi plaminan, tata rias dan busana.

   Sunia Decorations adalah salah satu penyedia jasa dekorasi pada pesta pernikaham yang telah berdiri sejak tahun 90-an yang menyediakan macam-macam paket dekorasi pernikahan. Sunia Decorations terletak di Kp.Buaran 1 Rt 01 Rw 08 No.150 Kec.Cakung Kel.Jatinegara Jakarta Timur 13930. Tujuan dari Sunia Decorations adalah memberikan pelayanan secara maksimal kepada calon pengantin agar pesta pernikahan dapat terlihat indah dan menarik. Untuk saat ini cara pemesanan yang dilakukan pada Sunia Decorationsmasih menggukan cara yang manual, yaitu dengan cara pelanggan datang ke lokasi Sunia Decorations berada atau melalui telepon untuk melakukan pemesanan paket acara pernikahan. Pada saat ini Sunia Decorations melakukan promosi produknya hanya melalui mulut ke mulut, Hal ini dirasa kurang efektif karena kurangnya peminat pada jasa penyedia dekorasi pernikahan, sehingga diperlukan media informasi untuk mempromosikan produknya agar lebih baik dan dapat dilihat oleh banyak orang.

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan website untuk memberikan segala informasi mengenai berbagai dekorasi pernikahan yang ditawarkan oleh Sunia Decorations dan melakukan pemesanan dengan cara online agar mempermudah para calon pengantin untuk menentukan dekorasi pada hari pernikahan. 

1.2.       Tujuan

Dokumen ini menjelaskan tentang spesifikasi perangkat lunak sistem informasi penjualan Sunia Decoration. Tujuan dari penulisan dokumen ini adalah untuk memberikan penjelasan mengenai website yang akan dibangun, berupa gambaran umum maupun penjelasan detil dan menyeluruh. Pengguna dari dokumen ini adalah pengembang perangkat lunak sistem penyewaan dekorasi, project manager dari tim pengembang perangkat lunak, tester yang telah ditunjuk oleh pihak pengembang perangkat lunak, merchant dari penyedia kue yang diperjual belikan dan customer dari perangkat lunak atau personil – personil yang terlibat dalam sistem.

Dokumen ini akan digunakan sebagai bahan acuan dalam proses pengembangan dan sebagai bahan evaluasi pada saat proses pengembangan perangkat lunak maupun di akhir pengembangannya. Dengan adanya dokumen ini diharapkan pengembangan perangkat lunak akan lebih terarah dan lebih terfokus bagi pengembang perangkat lunak sistem penyewaan pada Sunia Decorations.

1.3.       Lingkup Sistem

Sunia Decoration merupakan penyawaan dekorasi secara online untuk memasarkan produk penyewaan dekorasi. Website ini nantinya akan menjadi sarana promosi untuk penjualan dekorasi pada Sunia Decoration.

1.4.       Terminologi

·         Decoration Ã  Barang atau Tindakan yang dimaksudkan untuk menambah keindahan seseorang,ruangan,dll.

·         SRS Ã  Software Requirements Specification, mengacu pada dokumen ini menjelaskan sistem Ismy Cake.

·         Event Model Ã  Penggambaran tahapan kerja per kegiatan.

·         E-commerce Ã   pembelian atau penjualan barang serta jasa, pengiriman dana atau data, melalui jaringan elektronik, terutama internet. Transaksi bisnis ini terjadi baik sebagai bisnis-ke-bisnis (B2B), bisnis-ke-konsumen (B2C), konsumen-ke-konsumen atau konsumen-ke-bisnis.

·         Administrator Ã  Pihak internal Sunia Decoration yang memiliki hak penuh pada sistem, dapat melakukan akses langsung ke database, serta melakukan perbaikan pada sistem jika diperlukan.

·     Customer     Ã  Pihak terdaftar pada sistem yang dapat melakukan penyewaan atau pembeliaan pada website Sunia Decoration.

·         Modern  Ã  Arti kata MODERN (sebagai kata sifat)adalah sesuatu hal yang sifatnya terbaru, sesuatu yang mutakhir. Sementara arti modern (sebagai kata benda) adalah suatu cara dalam berpikir atau bersikap atau berindak yang sesuai atau selaras dengan tuntutan zaman.

1.5.       Sistematika Dokumen

SRS ini secara garis besar terdiri atas empat bagian perincian sebagai berikut :

Ø   Bagian 1 : Pendahuluan yang berisikan pengantar dari SRS ini. Bagian ini meliputi tujuan dibuatnya SRS, tujuan, lingkup sistem, terminologi yang digunakan serta diikuti garis besar konten dari dokumen SRS.

Ø   Bagian 2 : Deskripsi umum dokumen SRS yang berisikan perspektif produk perangkat lunak serta asumsi dan ketergantungan yang digunakan dalam pengembangan website penyewaan dekorasi Sunia Decoration.

Ø   Bagian 3 : Specific Requirements yang merupakan bagian paling penting dari dokumen SRS ini. Bagian ini menjelaskan detail bagaimana sistem website ini dikembangkan.

Ø   Bagian 4 : model analisis yang menjelaskan mengenai analisis model yang digunakan dalam membangun sistem, terdiri dari Struktur Navigasi, Use Case dan Activity diagram.


 2. DESKRIPSI UMUM SISTEM

1.6.       Perspektif Produk

Dengan adanya website ini di harapkan Sunia Decoration dapat mencapai perluasan pemasaran, peningkatan penjualan, pelayanan pelanggan yang lebih baik, memudahkan dan mempercepat proses transaksi pemesanan produk.

1.7.       Fungsi Produk

Perangkat lunak sistem penyewaan dan penjualan Sunia Decoration online ini mempunyai beberapa fungsi utama, antara lain :

1.      Fungsi Administrasi

Fungsi utama yang melayani admin untuk mengakses dan mengelola data sistem. Terdiri dari beberapa subfungsi, yaitu :

·           Subfungsi Insert Data

Subfungsi ini digunakan untuk memasukkan data ke dalam database sistem.

·           Subfungsi Update Data

Subfungsi ini digunakan untuk mengubah data di dalam database sistem.

·           Subfungsi Delete Data

Subfungsi ini digunakan untuk menghapus data dari dalam database sistem.

2.      Fungsi Transaksi

Fungsi utama yang melayani transaksi customer. Terdiri dari beberapa subfungsi, yaitu:

·           Subfungsi Order

Subfungsi ini digunakan untuk melakukan proses pembelian atau penyewaan dekorasi.

·           Subfungsi List Order

Subfungsi ini digunakan untuk melihat daftar yang telah dipilih yang akan dibayarkan. 

1.8.       Karakteristik Pengguna

Dalam website Sunia Decoration ini, terdapat  3 (tiga) tingkatan customer berdasarkan hak (privilege) dalam sistem, antara lain :

1.      Administrator 

Ø  Memiliki hak penuh terhadap sistem, mampu merubah isi sistem.

Ø  Memiliki hak akses secara langsung pada database sistem.

Ø  Memiliki hak penuh terhadap sistem, mampu merubah isi sistem (variable – variable transaksi).

2.      Customer

Ø  Dapat melakukan transaksi penyewaan dan pembelian dekorasi

Ø  Dapat melihat produk dan detail produk

1.9.       Batasan Umum

1.      Customer hanya bisa melihat dan memesan sampai ada konfirmasi dari seller.

2.      Konfirmasi dari admin masih manual

1.10.   Lingkup Operasi

Perangkat lunak yang dibutuhkan dalam pembuatan website ini antara lain :

·           Sistem Operasi       : Windows 10

·           Scipting Language  : PHP

·           DBM                      : MySQL


3. DESKRIPSI RINCI KEBUTUHAN 

Pada bagian ini berisi semua kebutuhan perangkat lunak yang diuraikan secara rinci untuk keperluan perancangan sistem. Kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan antar muka eksternal.

3.1 Kebutuhan Antar Muka Eksternal

          Kebutuhan antar muka pada sistem mencakup kebutuhan antar muka pemakai, antar muka perangkat keras, dan antar muka perangkat lunak.

3.1.1 Antar Muka Pemakai

          Sistem informasi berbasis web ini digunakan penjual dan pembeli yang memiliki hak akses untuk merubah, menghapus dan menambah data produk yang dijual.

3.1.2 Antar Muka Perangkat Keras

Sistem informasi ini membutuhkan beberapa perangkat keras berupa monitor sebagai alat bantu penjual dan pembeli untuk melihat informasi, keyboard dan mouse untuk membantu penjual dan pembeli dalam melakukan proses transaksi jual beli.

3.1.3 Antar Muka Perangkat Lunak

Perangkat lunak yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem informasi berbasis web adalah sebagai berikut:

1.1  OS                     : Windows 10

Sumber              : Microsoft

Sebagai Sistem Operasi

1.2  Nama                 : PHP

Sumber              : The PHP Group

Sebagai implementasi pembuatan sistem informasi berbasis web

3.1.4 Antar Muka Komunikasi

Agar Sistem dapat berjalan dengan baik maka dibutuhkan komunikasi yang digunakan adalah metode client-server pada jaringan intranet atau internet dan menggunakan protocol TCP/IP.

3.2 Kebutuhan Fungsional

Kebutuhan fungsional sistem ini terdiri atas beberapa fungsi utama yang saling berhubungan dan mendukung satu sama lain, yang meliputi fungsi-fungsi sebagai berikut:

1.      Input barang dari admin.

2.      Pembelian barang dari pelanggan.

3.      Perhitungan jumlah penyawaan dan pembelian barang dari pelanggan.

 

Untuk masing-masing fungsi diatas akan dijelaskan secara mendetil sebagai berikut:

1.      Input produk: sistem menerima input data barang dari admin, lengkap dengan gambar dari tiap produk.

2.      Pembelian barang pelanggan : sistem mencatat barang-barang yang dipilih oleh pelanggan untuk dibeli, dan mencatat segala detil pembelian, seperti catatan tambahan dari dekorasi yang disewa atau dibeli.

3.      Perhitungan jumlah pembelian barang dari customer :

Melakukan perhitungan terhadap harga total dari semua barang yang disewa atau dibeli.

3.2.1 Skenario untuk Setiap Fungsi

Nomor fungsi              : P-01

Nama use-case            : Memesan Produk

Deskripsi                     : Fitur untuk memesan produk

          Aktor                           : User/pelanggan

          Pre-kondisi                  : User/pelanggan memesan/menyewa sebuah produk/barang

          Pos-kondisi                 : Produk/barang tersebut masuk kedalam list pemesanan.

            Skenario                      :

1.      User/pelanggan memilih produk/barang yang akan disewa atau dibeli

2.      User/customer memesan produk/barang tersebut

3.      Produk/barang yang di pesan oleh user/pelanggan akan masuk kedalam list pemesanan user/customer.

 

Nomor fungsi              : P-02

Nama use-case            : List Pemesanan

Deskripsi                     : Fitur untuk melakukan check-out

          Aktor                           : User/Pelanggan

            Pre-kondisi                  : User/Pelanggan masuk kedalam list pemesanan

          Pos-kondisi                 : Produk/barang yang telah di check-out masuk

   kedalam daftar order

            Skenario                      :

1.      User/customer masuk kedalam List pemesanan

2.      User/customer memilih check-out produk atau barang

3.      User/customer diminta untuk menyelesaikan pembayaran

4.      Produk/barang yang telah di check-out akan masuk kedalam daftar order


Nomor fungsi              : P-03

Nama use-case            : Daftar Order

Deskripsi                     : Menyelesaikan transkasi

          Aktor                           : User/pelanggan dan admin

          Pre-kondisi                  : User/pelanggan melakukan pembayaran

          Pos-kondisi                 : admin menerima konfirmasi pembayaran

  user/pelanggan dan pengiriman produk/barang

            Skenario                      :

1.      User/pelanggan masuk kedalam daftar order

2.      User/pelanggan melakukan pembayaran dan konfirmasi pembayaran

3.      Admin menerima konfirmasi pembayaran user/pelanggan

4.      Produk/barang di kirim ke user/pelanggan 


4. MODEL ANALISIS

4.1 Struktur Navigasi Admin


      Penjelasan Proses :

1.      Sebelum admin membuka website maka akan menampilkan halam login. Halaman login digunakan agar admin dapat masuk dan dapat mengakses akun admin.

2.      Setelah admin melakukan login maka selanjutnya admin akan masuk pada halam dhasboard.

3.      Pada halaman Admin Panel digunakan untuk menggedit, menghapus produk pada website Sunia Decoration.

4.      Pada halaman Admin juga dapat menerima, menolak, selesai, dan batal pada pemesanan pelanggan.

4.2 Struktur Navigasi User



Penjelasan proses :

1.      Dashboard merupakan tampilan awal yang ditampilkan saat membuka link website.

2.      Sebelum masuk ke webstite user diharuskan daftar terlebih dahulu dengan cara memasukan email, password.

3.      Setelah melakukan login maka selanjutnya user akan masuk pada halaman home yang di dalamnya terdapat bebrapa menu yang bisa di akses oleh user yaitu menu kategori produk, dan daftar pesanan.

4.      Di dalam kategori produk user dapat melihat detail produk dan tanpa melakukan login terlebih dahulu untuk mengaksesnya.

5.      Di dalam list pemesanan user dapat melihat informasi nama produk, jumlah produk yang akan dibeli dan harganya, kemudian jika user sudah yakin ingin membeli atau menyewa produk tersebut user dapat membayar produk tersebut.

6.      Halaman Daftar pesanan digunakan untuk melihat hasil transaksi yang dilakukan oleh user sebelumnya.

4.3 Diagram Use-Case



Penjelasan Proses :

               Sebelum mengakses halaman admin, admin diharuskan login terlebih dahulu dengan memasukan email dan password yang sdah dibuat. Jika admin sudah melakukan login, admin dapat mengakses halaman kelola pesanan di dalam menu kelola pesanan admin dapat melakukan tembah kaegori, produk dan metode pembayaran, halaman kelola toko, melihat daftar pelanggan, melihat produk, memesan produk, keranjang, dan daftar pesanan. Sebelum user masuk ke dalam website tersebut user juga wajib login dengan cara memasukan email dan password terlebih dahulu baru user dapat melihat produk, memesan prosuk, mengakses halaman list pesanan dan mengakses halaman daftar pesanan.

4.4 Activity Diagram Admin


Penjelasan Proses :

1.      Diawali dari decision yang merupakan langkah awal untuk admin masuk ke dalam halaman admin. Sebelum admin masuk ke halaman admin, admin diharuskan login terlebih dahulu dengan memasukan email dan password.

2.      Setelah admin memasukan email dan password maka admin akan dilalihkan ke sistem untuk melihat halaman admin pada website tersebut.

3.      Setelah menampilkan halaman admin, admin dapat memilih menu yang ingin dikelola dan sistem akan menampilhan menu yang dipilih.

4.      Selanjutnya admin dapat mengelola pelanggan, mengelola pesanan dan mengelola pembayaran. Setelah admin mengelola data tersebut maka admin dapat menyimpan data yang telah diubah pada database.

4.5 Activity Diagram User



Penjelasan Proses:

1.        Admin mengunjungi website.

2.        Secara otomatis, sistem akan menampilkan halaman utama website tersebut.

3.        Kemudian pada halaman utama terdapat katalog produk yang dapat dilihat oleh admin.

4.        Ketika admin ingin memilih produk, admin diharuskan melakukan registrasi akun, tetapi jika admin sudah memiliki akun, admin dapat langsung memilih produk untuk dipesan.

5.        Sistem akan memasukkan produk yang sudah dipilih ke dalam keranjang.

6.        Admin dapat mengatur jumlah produk yang akan dipesan dan melakukan check out.

7.        Sistem menampilkan rincian pesanan.

8.        Admin melihat daftar produk yang sudah dipesan sebelum melakukan pembayaran.

9.        Setelah admin sudah memastikan produk yang akan dipesan, admin diarahkan untuk membayar pesanan tersebut.

10.    Kemudian sistem akan menampilkan form rincian pesanan yang sudah dibayarkan.

11.    Setelah semua proses sudah dilakukan, admin dapat menunggu untuk menerima produknya.


Selasa, 13 April 2021

Prinsip Dasar Animasi

 

    Prinsip dasar animasi adalah Prinsip-prinsip yang digunakan seorang animator untukmengetahui dan memahami bagaimana sebuah animasi dibuat sedemikian rupa sehingga didapatkan hasil animasi yang menarik, dinamis dan tidak membosankan. Prinsip dasar ini animasi ini sebenarnya paling pas digunakan untuk animasi kartun.

    Pada  tahun  1981 melalui  buku The  Illusion  of  Life:  Disney  Animation, memunculkan  12 prinsip animasi dengan tujuan menciptakan  hasil animasi yang menarik, dinamis dan tidak membosankan. Prinsip animasi tersebut diciptakan atas  dasar  sebagai teori  dasar  yang  bersifat  wajib  dimiliki  dan dikuasai   oleh  para animator   untuk  menghidupkan karakter  animasinya. Prinsip animasi ini didefinisikan  oleh Thomas dan Ollie Johnston.  Prinsip- prinsip animasi tersebut adalah sebagai berikut :

1. SQUASH AND STRETCH

Squash and Stretch ini adalah sebuah prinsip yang digunakan untuk membuat ilusi seberapa keras permukaan sebuah benda. Pada dasarnya, ketika sebuah benda yang permukaannya empuk, saat menghantam benda lain dengan keras akan berubah bentuknya sementara sebelum akhirnya bisa kembali lagi ke bentuk semula. Beda dengan benda yang permukaannya keras, ketika menghantam benda lain, bentuknya tetap dan tidak berubah.

Squash and Stretch pada animasi bola


Dari gambar di atas, kita bisa menentukan bola mana yang permukaannya keras dan mana yang tidak. Hal tersebut bisa diketahui dari:
‘’Bola yang keras tidak mengalami perubahan bentuk (deformation), sedangkan bola yang empuk mengalami perubahan bentuk menjadi gepeng saat dia mulai jatuh dan menghantam lantai sebelum akhirnya kembali lagi ke bentuk aslinya’’.
Hasil pantulan yang dihasilkan juga berbeda. Ilustrasinya, bola yang keras jika dijatuhkan tentunya tidak akan memantul kembali sekuat bola lunak yang dijatuhkan. Selain itu, Squash and Stretch sering juga digunakan dalam animasi untuk menunjukkan emosi dari sebuah karakter.

Squash and Stretch pada expresi karakter

Squash and Stretch membantu membuat emosi tersebut untuk lebih bisa dirasakan oleh penonton. Bahkan dalam animasi realis pun, prinsip ini juga tetap dipakai karena sebenarnya prinsip ini berlaku juga di dunia nyata.


2. ANTICIPATION

Contoh-contoh Anticipation 

Anticipation adalah sebuah prinsip animasi dimana kita sebagai animator memberikan tanda pada penontonmengenai apa yang akan dilakukan oleh si karakter. Anticipation ini biasa digunakan sebagai transisi dari 2 major actions, misal di antara posisi berdiri dan berlari.

Contoh Anticipation pada Donal Bebek

Dari gambar di atas, kita sudah bisa menebak dengan pasti apa yang akan dilakukan oleh si Donald Duck, dia akan berlari. Inilah yang dimaksud sebagai Anticipation sebagai transisi dari 2 major actions (dalam kasus ini berdiri dan berlari) sehingga penonton tahu apa yang akan dilakukan oleh si karakter.

Anticipation dalam kehidupan nyat

Kita bisa perhatikan bagaimana gerakan anticipation yang dibuat selalu adalah kebalikan dari gerakan berikutnya. Jika gerakan berikutnya ke arah atas, anticipationnya akan ke bawah, dll.


3. STAGING

Di dalam mengaplikasikan prinsip animasi ini, bayangkanlah bahwa setiap gambar dalam animasi kita itu adalah sebuah penampilan di panggung yang mana kita sebagai directornya harus memastikan bahwa ide cerita dari setiap detail penampilan harus tersampaikan dengan sempurna pada para penonton. Hal ini berarti kita harus memastikan bahwa setiap gerakan, ekspresi, dan mood dari si karakter harus terlihat jelas dan tidak disalahartikan.

Contoh Staging

Dalam dunia animasi, yang paling sering berurusan dengan prinsip ini adalah storyboarder, karena dia bertugas untuk mempresentasikan ide dalam bentuk tulisan menjadi shot-shot dalam bentuk gambar, yang mana nantinya akan menjadi panduan utama bagi animator dalam bekerja.

Staging yang baik 

Sekalipun dalam gambar itu, tokoh-tokohnya hanya berupa siluet, tapi kita bisa mengetahui dengan pasti apa yang sedang mereka kerjakan.Dalam banyak kasus, seringkali kita hanya perlu untuk mengubah camera angle untuk mendapatkan siluet yang tepat sekalipun action yang dilakukan sama.


4. STRAIGHT AHEAD AND POSE TO POSE

Macam-macam Straight Ahead dan Pose to Pose

Para animator menggunakan 2 pendekatan umum yang biasanya mereka pakai dalam menganimasikan, yaitu Straight Ahead dan Pose to Pose.

-Straight Ahead

Contoh Straight Ahead

Straight ahead adalah metode dengan menggambar secara berurutan, dari gambar pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.

-Pose to Pose

Contoh Pose to Pose

Dalam Pose to Pose, segala pergerakan sudah diplanning terlebih dahulu. Jadi, animator telah menyiapkan gerakan-gerakan utamanya (key pose), kemudian setelah semuanya oke, dia baru melanjutkan dengan detail gerakan diantara (in-between) masing-masing key pose itu.


5. FOLLOW TROUGH AND OVERLAPPING ACTION


- Follow Through Action
Konsep dari Follow Through Action adalah bahwa benda-benda yang saling berhubungan, tidak pernah bergerak bersamaan. Ketika ada 1 benda yang menjadi 'lead' (benda utama yang bergerak), maka semua benda-benda yang tersambung dengan benda 'lead' ini akan ikut bergerak tapi tidak secara bersamaan.

- Overlapping Action
Overlapping Action memberikankonsepdimana kedua benda harus benar-benar tersambung sehingga akhirnya bisa bergerak. Dalam overlapping action, ada 2 benda yang gerakannya sama, tapi timingnya tidak sama: 1 benda bergerak duluan, kemudian diikuti gerakan benda lainnya.


6. SLOW IN AND SLOW OUT

Skema Slow In dan Slow Out

Slow In dan Slow Out adalah ilusi untuk membuat percepatan atau perlambatan (acceleration) sehingga dapat menimbulkan kesan tertentu. Slow In dan Slow Out ini prinsipnya sama seperti GLBB. Oleh karena itu dalam rumus GLBB ada variable a / acceleration yang dapat bernilai + (percepatan) atau - (perlambatan).

Perbedaan animasi normal dengan efek slow in/slow out

Dengan menggunakan software animasi sekarang, slow in / slow out (kadang disebut ease in / ease out) ini bisa kita lakukan dengan hanya klik 1 tombol atau melakukan beberapa adjustment.
Gambar sebelah kiri adalah gambar bola yang jatuh dengan kecepatan konstan, sedangkan yang kanan adalah bola yang jatuh dengan efek slow in. Kedua animasi ini juga memiliki jumlah frame atau gambar yang sama.


7. ARCHS

Contoh Archs

Archs ini akan membuat gerakan animasi kita menjadi lebih alami, khususnya untuk gerakan manusia dan hewan. Cara berpikir dari prinsip ini adalah seperti sebuah pendulum. Semua gerakan tangan, kaki, memutar kepala, dan gerakan bola mata semuanya dilakukan dengan mengikuti sebuah kurva.


Macam-macam Archs

Prinsip ini biasanya diaplikasikan pada saat kita membuat inbetweening. Dengan Arcs, kita bisa membuat dimensi pada gerakan animasi kita, contoh membuat kepala sedikit menunduk saat menolehkan kepala akan membuat gerakan tampak lebih alami.

Contoh Archs dalam suatu kegiatan

Dengan membuat garis punggungnya menjadi sebuah kurva, kita dapat memunculkan persepsi bahwa benda yang diangkat adalah benda yang berat.


8. SECONDARY ACTION

Secondary action adalah prinsip dimana ada gerakan sekunder yang terjadi akibat adanya gerakan utama.

Contoh Secondary Action 

Nah, gerakan utamanya adalah orang itu sedang berlari, sedangkan gerakan sekundernya adalah topi santa clausnya yang bergerak. Jadi topi itu baru ikut bergerak karena disebabkan oleh gerakan utamanya, inilah yang dimaksud dengan secondary action.



9. TIMING

Contoh Timing

Timing adalah prinsip terpenting di dalam animasi. Timing menentukan berapa gambar yang harus kita buat di antara 2 pose atau yang biasa kita sebut dengan istilah in-between.
Prinsipnya, semakin banyak inbetween, berarti durasi semakin lama sehingga action yang sedang dilakukan pun akan semakin panjang juga. Oleh karena itu, timing chart yang pas akan merepresentasikan persepsi dari action yang pas pula.


10. SOLID DRAWING

Step by step Solid Drawing 

Solid Drawing adalah kemampuan untuk menggambar karakter dalam berbagai angle sehingga karakter tersebut terlihat 3D dan konsisten dalam setiap frame animasi.Segala atribut seperti mata, pakaian, aksesoris, dan apapun yang menempel dengan si karakter tetap konsisten letak dan bentuknya.

Contoh-contoh Solid Drawing

Solid Drawing dalam pergerakan tangan

Solid drawing berbeda dengan 'detailed drawing' dan 'realistic drawing', solid drawing lebih menekankan pada bagaimana karakter tersebut bisa dengan baik dianimasikan dalam ruang 3D.


11. APPEAL

Contoh Appeal dalam animasi Toy Story

Appeal adalah tentang bagaimana kita membuat karakter kita menjadi menarik dan tidak selalu harus yang lucu seperti yang banyak orang pikirkan.


12. EXAGGERATION

Gambar normal dan gambar Exaggeration

Exaggeration adalah salah satu kekuatan medium animasi. Pada intinya melebih-lebihkan action, ekspresi atau apapun dalam animasi kita sehingga terlihat lebih menarik dan lebih cartoon.


Macam-macam Exaggeration

Prinsip – prinsip ini digunakan pada saat animator akan membuat sebuah film animasi 3D ataupun 2D. Kedua belas prinsip ini harus selalu digunakan, karena dalam pembuatan film animasi ada 12 prinsip yang harus dipenuhi untuk membuat sebuah animasi yang hidup. Ke-12 prinsip ini meliputi dasar-dasar gerak, pengaturan waktu, peng-kaya-an visual, sekaligus teknis pembuatan sebuah animasi. Jika salah satu dari prinsip ini tidak ada maka animasi yang dibuat akan terkesan berbeda, namun tetap bisa disebut animasi.
Ada pula prinsip – prinsip diluar kedua belas prinsip yang harus disertakan dalam pembuatan animasi tetapi tetap yang paling utama adalah 12 prinsip animasi ini dalam pembuatan film animasi.


ANALISA WEBSITE DENGAN GOOGLE ANALYTICS

Kelas : 4KA27 Kelompok 4   §   Afilla Putri Sunia (10118268) §   Adelia Oktaviani (10118126) §   Fathan Fauzi (17118679) § ...